Oleh: Heny Rahmawati, S.Pd.

Hari Guru merupakan momentum spesial yang dirayakan setiap tahun untuk menghormati guru dalam berbagai peran. Pembentukan karakter, peningkatan pengetahuan, dan pengembangan keterampilan peserta didik merupakan beberapa peran dari seorang guru. Hari Guru bukan hanya sebuah ceremonial ataupun peringatan rutin, tetapi juga bentuk penghargaan kepada para pahlawan tanpa tanda jasa yang telah berkomitmen membimbing dan memberikan ilmu pengetahuan kepada generasi muda.

Sejarah Hari Guru

Pemilihan Hari Guru tidaklah sembarangan dan bukan tanpa alasan. Tanggal 25 November dipilih sebagai Hari Guru Nasional di Indonesia tidak luput dari momen sejarah terbentuknya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). PGRI muncul sejak zaman Hindia Belanda tahun 1912. Seperti dikutip dari jurnal Perjuangan Organisasi Guru di Masa Revolusi, Sejarah PGRI di awal pendiriannya oleh Ahmad Kosasih disebutkan pada zaman Belanda berbagai lembaga pendidikan didirikan untuk mencetak guru. Pada zaman pendudukan Jepang, terbentuklah organisasi bernama “Guru” pada tahun 1943 di Jakarta oleh Amin Singgih dan kawan-kawan. Pada saat menjelang hari kemerdekaan, para guru melangsungkan Kongres Pendidik Bangsa di Sekolah Guru Puteri di Surakarta, Jawa Tengah. Kongres tersebut berlangsung selama dua hari 24-25 November 1945. Dari kongres tersebut terlahirlah organisasi PGRI. Sejak saat itulah organisasi ini dijadikan wadah perjuangan guru untuk menegakkan, mengisi dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari sejarah inilah kemudian Pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI pada tanggal 25 November yang ditandai sebagai Hari Guru Nasional.

Peran Guru dalam Pembangunan Bangsa

Guru bukan hanya sosok yang memberikan pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga seorang penggali potensi, pemberi motivasi, dan pembimbing. Peran guru tidak hanya terbatas pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan nilai-nilai moral. Guru menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berbudi pekerti luhur, cerdas, beretika, dan berdaya saing tinggi.

Tantangan dan Perjuangan Guru

Meskipun peran guru sangat penting, mereka seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan. Mulai dari kondisi fasilitas yang kurang memadai, keterbatasan sumber daya, hingga tekanan untuk mencapai hasil yang optimal. Tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat para guru untuk terus berjuang memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya.

Inovasi dalam Pendidikan: Guru sebagai Penggerak Utama

Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi, guru dituntut untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Guru perlu memiliki keterampilan digital dan terus mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan relevan agar dapat memenuhi tuntutan zaman.

Mengapresiasi Guru: Bukan Hanya pada Hari Guru

Hari Guru seharusnya menjadi momentum refleksi bagi masyarakat untuk mengapresiasi peran guru. Penghargaan bukan hanya dalam bentuk kata-kata, tetapi juga dukungan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan fasilitas pendidikan. Masyarakat juga dapat berperan aktif dalam mendukung program-program pendidikan dan memberikan apresiasi kepada guru setiap hari.

Kesimpulan Hari Guru bukan hanya tentang memberikan penghargaan pada satu profesi, tetapi juga mengakui bahwa setiap guru adalah agen perubahan dalam membangun masa depan bangsa. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan memimpin generasi mendatang. Oleh karena itu, setiap hari seharusnya menjadi hari untuk menghormati dan mengapresiasi peran guru dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, beretika, dan berdaya saing tinggi.                          

Leave a Comment